Foto saya
born on 1999, interested in WWII, 1940s, and VINTAGE
Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Rumah Kentang Bandung (Indonesia Version)

Mau berbagi cerita saja seputar horor yang sering dibacarakan orang mengenai tempat-tempat angker kota Bandung. Kebetulan sekali saya adalah tetangga sebelah dari rumah kentang.

     Sejujurnya selama 16 tahun saya hidup, belum pernah sama sekali saya mencium bau kentang disekitar rumah tersebut, Belum pernah, tak pernah, mustahil. Walaupun orang Bandung yang kerap lewat jalan Banda pada malam hari selalu mengeluhkan bau kentang yang ada disekitar rumah itu, saya sendiri saja yang sangat sering berjalan-jalan disekitar sana tak pernah mencium bau seperti itu.

     Rumah tersebut dulunya termasuk dalam komplek Jaarbeurs, Bandoeng. (Sekitar saparua, disebutnya Jaarbeurs "pasar tahunan" dulunya di lapangan GOR Saparua, suka ada pasar tahunan panen terbaik dari Jawa Barat gitu, makanya disebut komplek Jaarbeurs, tempatnya komplek orang KNIL. Maka dari itu, mayoritas penduduk sana sekarang, orang militer / TNI, mengingat ini kawasan daerah militer III Siliwangi. Saya sering dikira anak kolong, tapi entah kenapa cuma kavling ini yang bukan punya TNI (Rumah nenek saya dan rumah kentang) Ada latar belakangnya tentunya. Terletak di Jalan Banda 18, Bandung. Dibangunnya sekitar tahun 1907, atas nama I.J.S. Schrieder.


pasar tahunan (Jaarbeurs) dulu, hanya beberapa meter dari rumah kentang

Gedung Jaarbeurs masa kini, kalau lewat Jalan Aceh, pasti anda mengenalnya. Sekarang dijadikan Kodiklat TNI AD Bandung

     Sebenarnya mereka tidak akan mengganggu kalian, bila kalian TIDAK MENGGANGGU mereka. Sebenarnya, bila ada suatu komunitas atau kumpulan orang yang datang, melihat-lihat atau sekedar berkunjung kesana, mereka sebenarnya merasa terganggu, asalkan jangan bertindak berlebihan. Sesuatu yang sangat mengganggu mereka adalah, bila kalian berusaha mendobrak pintu rumah itu dan nekat untuk masuk. Rumah itu juga tempat tinggal, rumah itu punya pemilik, bagi beberapa artikel yang menyatakan bila rumah itu tidak ada yang punya, itu semua hanyalah HOAX . Pemiliknya tetangga saya sendiri.

       Kalian mungkin bertanya-tanya misteri dibalik rumah tersebut. Saya sendiri pun tak mengetahuinya, semua itu hanyalah misteri. Mungkin, saya tak terlalu setuju mengenai cerita seorang anak yang masuk dalam kuali kentang hingga terbunuh oleh pembantunya. Entahlah, apakah semua cerita sama seperti itu? Rumah kentang Jakarta, Surabaya, juga punya cerita yang sama seperti itu.

        Ngomong-ngomong anjing yang sering berkeliaran disekitar rumah itu adalah anjingku! Banyak dari warga Bandung yang mengira itu adalah anjing jelmaan, kutukan, penjaga rumah, halah.. konyol. Kebetulan waktu itu saya sedang naik angkot dan dua orang mahasiswa membicarakan hal itu didepan saya, mereka tidak tahu bila saya adalah majikan anjingnya.

       Rumah itu juga rumah biasa sama seperti rumah lainnya. Didalamnya ada tv, lampu, dan masih banyak lagi peralatan modern seperti yang kalian miliki saat ini. Biasanya saya dan kakak-kakak saya masuk lewat ruang rijsttafel belakang. Ada yang bilang bila masuk lewat pintu depan katanya tak bisa keluar lagi, wah masa? Lalu saya ini dianggap apa.




Nah, ini adalah gambar rumah kentang tahun 1922 yang diambil dari pesawat komersil Belanda, Luchtvaar-Afdeling. Sebelahnya (lapangan yang besar itu) adalah GOR Saparua. Sedangkan Lapangan yang besar sebelahnya lagi adalah Taman Maluku. Dari atas rumah kentang masih terlihat seperti kumpulan pohon, padahal bangunan nyatanya memang sudah ada, namun tertutup oleh rindangnya pohon trembesi. Komplek seputar ini biasa disebut Komplek Jaarbeurs kala itu, makanya kalian bisa melihat gedung putih yang dikawal patung gajah didepannya saat ini. Itulah penyebab mengapa ada tulisan 'Jaarbeurs' nya di depan gedung itu.

Tolong, boleh berkunjung, tapi ingat tata krama dan jangan ngotot mau masuk kedalam, bayangkan kalau anda yang memiliki rumah tersebut, pasti merasa terusik dengan orang-orang kepo yang nantangin datang kesana, apalagi kalau mengganggu penduduk sekitar. Untung saya cuma tetangganya. Coba kalau saya yang punya rumah. Apa lagi kalau berkunjung MALAM-MALAM jam 2 pagi. Kasian nenek saya, butuh istirahat, kalau ada orang di halaman, anjing di pagar tidak berhenti menggonggong.

          Waktu itu ada sekumpulan anak berkunjung ke halaman rumah tersebut, malam-malam, Jum'at Kliwon, jam 12, bergerombol, kurang lebih puluhan orang. puluhan. pake motor, diantaranya ada yang pakai knalpot berisik, bawa cewek-cewek, gak jelas mau ngapain. kebetulan paman saya sedang menjaga dan tidur didalam rumah. karena terusik, paman saya nakutin-nakutin pake suara kuntil anak lewat jendela. dan laki-laki yang tadi udah maco bawa cewek dan motor berknalpot mantap, akhirnya sempoyongan juga. HAH. disela-sela terbiritnya mereka berkata, "#@$%ING!" 


Woonkamer Rumah tersebut

Gangpad


Woonkamer (2)

Rijstaffel

Woonkamer (3)


Hal
Keukeun
 Camkan, This is just a common house, not a haunted one.

Nah itu pengalaman yang mau menantang..

Iya nasib saya sih, kalau diam di rumah, sampingnya rumah kentang, mana kamar saya dibelakang lagi. Kalau diam di sekolah, gedung sampingnya aula sekolah, tempat tinggalnya Urban Legend Bandung, Almh. Nancy.


Hipotesis Burgerkampen 1942

Setelah belajar sejarah, ada baiknya lebih cinta Indonesia, nasionalisme langsung naik setelah belajar sejarah. (Gara-gara sejarah dan tinggal di daerah AD saya sempat terpikir ingin  jadi kowad). Balik lagi, ini soal Nippon, panggilan orang jaman dulu untuk 'Jepang'.

Mungkin adalah sedikit pengalaman astral sewaktu saya tinggal sementara disini tahun 2015. Saya bukan indigo, hanya sekedar mendapat mimpi, dari seorang anak Nederland(se) (Anak perempuan). Semenjak itu saya mulai berpikir, yang konon namanya 'Anak kentang' di rumah itu adalah laki-laki, menurut saya sebenarnya adalah anak perempuan. Saya tidak tahu namanya, yang dia beritahu kepada saya hanya umurnya, dan tempat bernaungnya. Awalnya, tangannya menunjukan angka 2, kaya peace gitu. Saya mulai berpikir, masa anak sebesar ini umurnya 2 tahun? Tahunya maksud beliau, umur dia 11 tahun.

     Wajahnya sangat tirus, menjurus ke kurus, pucat abu-abu. Beliau tunawicara, makanya dia harus mengisyaratkan umurnya dengan tangan. Rambutnya blonde panjang agak lurus, tapi kering lepek bercabang. Tempat bernaungnya di teras tangga rumah kentang yang menghadap ke Menadostraat (Sekarang jalan Aceh)


Teras yang menghadap Menadostraat (Jalan Aceh) tempat Nederalandse kind bernaung.


Lukisan 'Little Nell' yang bisa diilustrasikan sebagai anak tunawicara yang masuk mimpi saya. Asli! keduanya benar-benar mirip, hanya beda baju saja. Little Nell yang ada di mimpi saya memakai lekbong sambungan dress diatas lutut warna pudar.

Tahukan di Indonesia tahun 1942 ada apa?
Ya, invasi Jepang.

Bandung menjadi kota kloter akhir yang diserang. Bandung dahulu adalah markas utama besar pertahanan KNIL yang terakhir, kota yang paling nggak direlain Belanda buat dilepas, berhubung memiliki populasi Nederlander yang cukup banyak. Nah, apa hubungannya dengan mitos rumah kentang?

Ini dia hipotesis Burgerkampen saya.

Tahu kan Jepang pernah bikin kamp konsentrasi mirip Nazi di Hindia-Belanda? Namanya Burgerkampen, atau Japansekampen.Kamp yang sengaja dibangun untuk menampung sipil Belanda selama masa kependudukan Nippon disini, termasuk di Bandung. Salah satu cabangnya, ada di dekat daerah Jaarbeurs, daerah rumah kentang Bandung tadi. Namanya Burgerkampen Tjihapit. (Cihapit)



peta Burgerkamp Tjihapit yang ada di dekat daerah Jaarbeurs.
     Kebetulan kamp yang ada di Cihapit, Bandung ini khusus untuk menampung sipil Belanda, berupa anak-anak dan wanita. Ada lagi yang di dekat Lembong, khusus laki-laki. Tapi saya hanya akan bahas yang di Cihapit.

       Maka dari itu ada rel kereta api yang membelah kota Bandung jadi dua, Bandung utara dan Bandung selatan (Akhirnya nanti berpengaruh pada peristiwa Bandung Lautan Api 1946). Bandung utara kebanyakan dihuni oleh Belanda, karena dekat Lembang, sehingga mereka mudah menyesuaikan suhu disana. Sedangkan Bandung selatan oleh pribumi. Maka dari itu pula! Kebanyakan rumah jadul Art Deco peninggalan Belanda kebanyakan ada di Bandung utara, termasuk rumah kentang. Kamp yang dibangun pun kebanyakan di Bandung utara, kalaupun ada di kabupaten sekalipun, paling di Cimahi, tapi itu mah kamp khusus militer.

Rel kereta yang sengaja dibangun Belanda sebagai pembatas Bandung utara dan Selatan. 

     Kamp Jepang bukanlah tempat yang menyenangkan tentunya. penghuninya dipaksa menjalani hidup seadanya di barak bekas tentara sempit diisi beribu warga dari berbagai rayon. Kebanyakan dahulu orang Belanda yang ada di Hindia Belanda adalah bangsawan menengah, kebayang bukan kalau orang kaya terpaksa menjalani hidup seperti itu? pasti rariweuh rusuh tidak terbiasa. Meninggal jadi berita sehari-hari yang didengar penghuni kamp, bukan suatu hal yang jarang lagi. Anak laki-laki usia diatas 10 tahun, langsung dibawa ke kamp pria, padahal belum bisa apa-apa. Kebayang betapa sedihnya hati si ibu kan? Hingga banyak dari wanita Belanda di kamp yang suka menyamarkan usia anaknya, tapi apa boleh buat, orang Nippon punya data-data mereka. (Referensi 'Fifty Years of Silence' Jan Ruff O'Herne, korban kamp Jepang Ambarawa, Jawa Tengah).

       Maka dari itu saya punya hipotesa, kenapa 'Residual Energi' yang ada di sekitar rumah kentang, (Daerah yang nama jalannya diambil dari nama-nama daerah Indonesia) kebanyakan perempuan dan anak-anak. Mungkin, dari kamp Cihapit itu tadi.


   Ada yang tahu buku itu kan?

 Klopt!, bukunya Risa Sarasvati yang terkenal punya 5 sahabat 'Belanda'nya.
Nah, teman-temannya Risa itu kalau tidak salah juga korban kekejaman Nippon, tapi ya saya tidak tahu ya apakah mereka ikut masuk kamp atau tidak. 5 Sahabatnya dulunya kan juga orang Bandung. 

       Saya tidak tahu ada berapa 'anak' yang tinggal di kavling rumah kentang dan rumah nenek saya. Tapi kata kakak saya ada salah satu 'teman' Risa yang berteman dengan anak yang ada di sekitaran kavling rumah kentang dan rumah nenek saya. (Mengerti tidak?) Mungkin dulu mereka tetanggaan. Kan masa kecil saya dulu dihabiskan disana, kebetulan juga dulu punya teman 'main' dengan kakak-kakak saya, haha. Jadi teman kami yang ada disekitar rumah kentang, adalah teman dari salah satu kelima teman Risa.




Warga negara Indonesia yang baik, warga Bandung yang baik,
Sekarang (2016) rumah ini sudah banyak yang mau memperebutkan, baik untuk komersil ataupun kepentingan militer. Satu kata, ini Heritage

Mari kita sama-sama menjaga cagar budaya Indonesia khusunya Bandung supaya tetap jadi ikon Parijs van Java nya. Jangan sampai tragedi penghancuran puluhan deretan rumah Art Deco di Jalan Sukabumi, Bandung, terulang lagi. Katanya mau dijadikan lahan terbuka hijau, okelah bagus. Tapi apa iya harus sampai menghancurkan cagar budaya?








Januari 2017 :

 Setelah rumah ini berdiri lebih dari 1 abad, rasanya dari tahun 2016 ke 2017 kondisinya semakin memburuk. Karena suatu permasalahan, rumah diambil alih investor.

Gudang belakang rumah dihancurkan, halaman yang dulu rerumputan dan pohon rimbun diratakan  jadi tanah gersang kemudian dibangun warung semi permanen. 

Banyak orang bertanya pada saya apa yang terjadi pada rumah kentang. Apa daya saya tidak bisa melakukan apa-apa. Bukan tanah saya. Kami pun terancam hengkang. Konon katanya hendak dijadikan kafe.

Nenek saya sudah puluhan tahun tinggal disana lebih dahulu bahkan dihina dan dibentak dikudeta.
 Memang bukan tanah kami, memang kami bukan orang kaya, bukan masalah hengkang atau tidak.
Tapi masalah transformasi rumah Heritage itu.

Merusak sejarah.
Jika saya kaya pun Insha Allah bisa menyelamatkan harta karun itu.


Puing bekas reruntuhan gudang belakang

Proses pembuatan kafe yang bahkan terekam Google Maps

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

45 komentar:

Annisa Fitri Nurbayanti mengatakan...

wes ray blognya kerenlah :D

Rayi Elfira mengatakan...

Nisa, kamu juga haha.. makasih ya.

wiezp mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
wiezp mengatakan...

sorry ralat..
hahaha.. jadi begitu ya yang sebenernya? baru aja mau diteliti..
btw, boleh saya minta tolong soal rumah tetangga kamu? sekedar tanya tanya aja sih.. mengenai kentang.. haha thks..

Rayi Elfira mengatakan...

gak apa2 sih, kalau mau liat rumahnya secara langsung, tapi sygnya cuma bs liat dari luar aja.. karena mereka yang ada di kebun saja sdh mrs terganggu, apa lg yg ada didlm. jgn trlalu niat utk menncari mrk, krn mrk benci mrs dibedakan ..

Baruna Tyaswara mengatakan...

bisa wawancara dikit ga? soalnya skripsi saya mengenai urban legend di bdg khususnya rumah kentang. klo boleh bisa lgsg ktmu ga soalnya kbneran sya juga berdomisili di bandung :D

Rayi Elfira mengatakan...

Maaf sekali tidak bisa, dikarenakan pemilik rumah tersebut juga sebenarnya merasa terusik bila tempat tinggalnya digosipkan. Gak terlalu suka orang kepo gitu.

Eko wahyudi mengatakan...

penulis pasti bo,ong ya...!!!
nah tu ketahuan..!!
penulis baru nonton filmnya kan?
makanya nulis kayak gtu...heheh
tp ngomong ngomong,karangan nya bguz kok...!!

Geral Altiara mengatakan...

blog yg keren bro!!!
saya suka sekali (y)

jd film yg rumah kentang itu katanya ngambil di lokasi syuting asli rumah kentang tapi kok beda rumah yg di fiilm dengan rumah yang di foto

martinus julius mengatakan...

ada yang bilang rumah kentang didaerah menteng jakarta ini malah nemu cerita kalo di bandung juga ada rumah kentang, aduhhh dasar cerita horor bisa pindah tempat lokasi sesuka hati, btw nyaman bgt ya non tinggal dirumah yg asri kapan2 tulis cerita juga dong sejarah rumah yg kamu tempati itu, ditunggu ya . salam

rizal mengatakan...

bagus si artikelnya ya nek masalah horor apa enggaknya tu kan tiap rumah pastilah ada penghuninya tapi kan asal kita gak ganggu aja mungkin penulisnya maksudnya baik biar gak terlalu percaya sama gtu2an tapi mang pada dasarnya mahluk halus itu gak kepengn juga nek mereka tu di gosipkan terlebih yang gtu2an tapi ada juga mahluk yang suka dengan itu biasanya mahluk yang agak sdikit jail untuk filmnya si endingnya aja kurang terus gak di kasih flasbacknya cerita doang

merryl byrd mengatakan...

sebenarnya rmh yg biasa digosipkan rmh kentang itu adalah rmh dosen sy, namanya Dra. Parwati Soepangat, M.Si., dia dosen di fakultas psikologi univ. kristen maranatha bdg. biasa dipanggil ibu par di kampus. beliau udh sangat tua. tiap mengajar di kelas beliau sk mengeluh mengenai rmhnya yg digosipkan rmh kentang angker, dan sk dikunjungi bnyk org yg penasaran mengenai rmh tersebut. beliau bilang udh tinggal di rmh itu slama 19 tahun, dan ga ada hal-hal berbau kentang. menurutnya itu cuma kerjaan org iseng yg bikin cerita misteri rmh kentang di internet dgn membawa2 rmhnya

Rayi Elfira mengatakan...

@Geral, oh iya, rumah kentang yang ada di film itu, ceritanya rumah kentang Jakarta, bukan rumah kentang bandung.. jadi ya rumahnya beda lagi..

Rayi Elfira mengatakan...

Ka Merryl, ya ibunya adalah tetangga nenek saya, dan nenek saya sudah dipercaya oleh beliau untuk dititipkan kunci sewaktu beliau pergi ke Jakarta. Lagi pula nama beliau sudah tertera di dinding rumahnya, tapi kenapa masih banyak saja orang yang bilang rumahnya itu kosong ya?

lala adilla mengatakan...

jd sebenarnya itu hanya hoax aja

kiki mauliya mengatakan...

Wah enak tu kalu ϑȋ̝̊ rmh itu ɑ̤̥̈̊ϑά̲̣̣̣̥ kentang ny, bisa buat makanan sehari2... . <=D 
> k=))k=))k=))k
^ ^ :::::::::::::::::::::::::

Herma Wanto mengatakan...

rumah kentang bukannya di jln darmawangsa jak selatan,,, kok kamu bilang di bandung,,,
mana yang bener ni

Rayi Elfira mengatakan...

ihh baca dulu diatas. kan saya udah bilang, rumah kentang itu banyak, gak hanya di bandung ama jakarta.

Innocentia Devy mengatakan...

Kemarin saya abis dr sana, lalu yg mau saya tanya, itu memang dibiarkan kaya ga terawat gitu apa gimana?

Rayi Elfira mengatakan...

terawat sih terawat, tapi mengingat bangunanya sdh tua, jadi ya memang tampangnya seperti itu. Lagi pula, pemiliknya rajin manggil tukang kebun kok, kalau pulang kesana..

Dhita ayu mengatakan...

nah ini ,terkadang orang lebih percaya pada gosip daripada faktanya. goodjob penulisnya . jadi tau faktanya xD

richard vien mengatakan...

Blog mantaaaf.......
Jempol bwat penulisnya

anisa sri lestari mengatakan...

iya betul bgt kata kamu dek, menurut aku juga begitu

andi shop mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
Agong Haripan mengatakan...

yg punya rumah = penghuni,,yg,, punya penghuni = Tuhan yaitu Allah SWT

megane sama mengatakan...

apa paman kakak sekarang adalah ketua RW? jika iya berarti saya kenal dengan paman kakak karena waktu itu saya wawancara tentang masalah RW tugas bahasa indonesia Dari SMP 7

Murnee Murni mengatakan...

Maaf ya...jl aceh itu sebelah mana jalan saparua..? karena saya googling juga menyebutkan rumah kentang itu di jl saparua..apakah rumah kentang lebih dari 1? hehe maklum saya dari Papua tidak ada urban legend disana

muhammad rizki mengatakan...

saya kemarin pas malam jumat kesana gaada apa apa . kaka saya mengintip ke lubang pintu samping gaada apa apa . yang saya takutin di rumah kentang itu anjing galak nyaaaa serem

Melinda Sita Bella mengatakan...

Artikelnya bagus.....

Nadhira yasmin mengatakan...

Kakak yang anak ips itu bukan?? Saya asa kenal

Nganu mengatakan...

nyari donat kentang empuk malah masuk sini, hehe

Unknown mengatakan...

Baru ngeh kl lokasinya deket rumah gue ckckck

AndreaLie mengatakan...

hai. maaf mau sedikit berkomentar tentang anjing jelmaan/jadi-jadian atau apalah yg disebutkan di atas.
saya bertempat tinggal di dekat rumah kentang (ibu saya ketua RT 04-monggo ditanyakan ke paman anda pasti kenal hehe). dan soal "anjing" itu memang ada ceritanya dan saya alami sendiri.
pertama kali dialami oleh pembantu saya yg melihat seekor anjing yg sama persis dgn anjing milik saya. perlu diketahui kala itu cuma saya di daerah sana yg punya anjing dgn jenis golden retriever. tentu saja beliau kaget dan langsung berlari mengejarnya (karena takut kabur). tapi sosok anjing itu tiba2 hilang di perempatan jalan aceh. dan dua kali pembantu saya mengalami kejadian itu.
saya cuma kaget sampai saya mengalami hal yang sama, dengan sosok anjing yg sama yang saya kejar sekuat tenaga tapi lalu hilang di perempatan yang sama. memang agak sulit dipercaya tapi itulah yg pernah terjadi.
saya sendiri malah tidak pernah tau soal cerita anjing jelmaan/jadi-jadian itu sampai baca blog Anda. dan saya peribadi pernah masuk ke "rumah kentang" yg digembar gemborkan itu dan memang menurut saya ya cuma rumah biasa. gak ada serem-seremnya ah...
but then again, perhaps there's a bit of true story behind every urband legend :)

Errina Candra mengatakan...

Iya lagian buat apa sih cariin mereka .biarlah mereka tenang sama keluarga mereka dialam sana .jangan ganggu kalo nggak mau diganggu ma mereka

angga erlangga mengatakan...

hwooo jadi gitu asalnya, btw mbak, jabatan nya perwira angkatan udara :v well, menyenangkan memang pnya interest wwII, got mit uns

hadiansyah mengatakan...

Artikelnya bagus, hatur nuhun, yang penting bukan masalah hantunya atau apalah yang nggak jelas yang kudu dijaga adalah BENDA CAGAR BUDAYA.

Irma Fardilah Sandi mengatakan...

Ternyata r
Isi rumah tua itu seperti rumah biasa ya seperti pada umumnya ada dapur, ruang tamu dll saya kira isi rumah itu banyak sarang laba laba , furniture2 yang di tutupin kain putih , terimakasih ya sudah menjelaskan kebenaran tentang rumah kentang bandung, ternyata cuma orang jahil yang menggosipkan rumah itu rumah hantu yang kalo masuk ga bisa keluar lagi buktinya ada orang yang bisa masuk dan mengambil gambar ruangan ruangan di rumah itu,, tapi saya percaya bahwa ya mereka yang tak terlihat memang ada ����

hesti nugraheni mengatakan...

great story..
sis btw itu furniturenya classic bgt ya..antik..
Meskipun ngga seperti yang digosipkan, ttp agak gmn ya kalo tinggal sendirian..

Trian Ramadhan Nuryadin mengatakan...

Hallooo..

Sekarang saya sedang di rumah yang di ceritakan di artikel ini ..

Kenapa di artikel yang anda tulis tidak menceritakan ruangan tengah /aula besar ,ruangan aula di sebelah gang kamar2 .. saya masih penasaran karena aula tersebut di kunci :)

marnat psy'02 mengatakan...

Betul sekali,,,,rumah itu rumah dosen saya, namanya alm.parwati soepangat,,beliau beragama budha, dan sy pikir mungkin didalam ada tempat ibadah juga. Hargailah privacy setiap keluarga. Bayangkan jika rumah itu tempat tinggalmu. Dengan semua gosip dan kunjungan2 yang "memaksa", pasti akan merasa terganggu.

Dedara Hozuki mengatakan...

Teh Rayi, aku masih kurang ngerti bacanya. Mungkin karena blog ini ditulis dari beberapa tahun lalu dan terus diperbarui kali ya?
Jadi yang aku tangkep sih intinya gaada hubungannya sama kentang kan?
Masalah horrornya mah bisa dibilang relative, bukan begitu?

Shylma Anatashyaa mengatakan...

kak rayi, tapi sudah 2 kali saya lewat rumah kentang, dan mencium bau kentang rebus yang menyengat. bisa di jelaskan kenapa setiap melewat jalan situ berbau kentang rebus yang menyengat? apakah didaerah situ ada yg jualan kentang/tanaman kentang? karena setiap saya lewat kesana siang siang tidak bau kentang, tetapi kalau malam bau kentang tercium nyengat

swastikawidieta mengatakan...

He he he

erialda budiono mengatakan...

Hai teh, salam kenal. Tulisan teteh ini sangat menarik bagi saya. Kebetulan saya orang yang senang dengan hal2 yang berbau sejarah, terutama sejarah kota Bandung. Cukup informatif karena menceritakan camp yang ada di cihapit juga. Dan sangat disayangkan memang beberapa rumah di seputaran saparua tidak lagi di perhatikan oleh pemilik (pemilik pribadi atau pemerintah atau pun pihak lain yang bertanggung jawab atas lahan itu) kondisi saat ini rumah yg teteh bilang dijadiin cafe itu emang betul sekarang jadi cafe. Lalu sebrang rumah kentang itu sekarang nasibnya lebih menghawatirkan. Sayang banget di bandung teh seeur pisan bangunan peninggalan jaman belanda yang harusnya di rawat dan di lestarikan. FYI, saya pun sekarang tinggal bersama istri di kediaman ortunya di bilangan jalan cihampelas. Ya, rumah Belanda itu memang beda dengan rumah jaman sekarang. Biar pun sudah tua, bangunannya tetap kokoh dan yang pastinya adem karena langit langitnya tinggi ya sesuai lah kan dulu yang ngisinya orang bule yang tinggi-tinggi. Selain itu juga dulu rumah bude saya di eyckman ga kalah enak bahkan lebih enak dari rumah mertua saya saat ini. Bangunannya gede, tiap ruangan pasti ada connecting door/room ahh ingin kembali kecil rasanya. Btw, kembali lagi soal rumah kentang, memang saya pun pernah mencium bau kentang rebus pas lewat depan rumah itu. Tapi saya kembali berpikir karena di hari-hari sebelumnya saya ga pernah nyium bau kentang itu. Dugaan saya kenapa bau kentang teh mungkin karena di sekitar situ ada tumbuhan atau pohon yang ketika hujan reda mengeluarkan bau kentang itu. Karena setelah saya perhatikan pas nyium bau kentang teh pas beres hujan. Tapi ya ga tau juga deng, da itu mah hanya tetebakan aja disamping saya pun menyukai cerita soal urban legend kota bandung.

Fiky Alfahmi mengatakan...

MENARIK !!
kenapa saya yg suka cerita2 yg begini malah baru tau sekarang ya.
apa gara2 taunya rumah kentang itu dijakarta kali yes.
nanti abis lebaran pas balik bandung mau lewat liat ah, mau merasakan aura jaman belandanya haha.
eh tapi udah dirobohin ya?
ngga apa apa, pokoknya ntar mau lewat.
padahal dulu sering lewat jalan aceh, tapi baru tau cerita ini

Posting Komentar